TUNALARAS

 Tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial. Individu tunalaras biasanya menunjukan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku di sekitarnya.

Tunalaras dapat disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari  lingkungan sekitar. Menurut T.Sutjihati Somantri, (2007 : 139) “ Anak tunalaras sering juga disebut anak tunasosial karena tingkah laku anak ini menunjukkan penentangan terhadap norma-norma sosial masyarakat yang berwujud seperti mencuri, mengganggu, dan menyakiti orang lain.”

Perkembangan Kepribadian Anak Tunalaras

Kepribadian merupakan suatu struktur yang unik, tidak ada individu yang memiliki kepribadian yang sama. Para ahli mendefinisikan kepribadian sebagai suatu organisasi yang dinamis pada sistem psikofisis individu yang tutut menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Kepribadian akan mewarnai peranan dan kedudukan seseorang dalam berbagai kelompok dan akan mempengaruhi kesadaran sebagai bagian dari kepribadian akan dirinya. Dengan demikian kepribadian dapat menjadi penyebab seseorang berperilaku menyimpang.Tingkah laku yang ditampilkan seseorang ini erat sekali kaitannya dengan upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.

Konflik psikis dapat terjadi apabila terjadi benturan antara usaha pemenuhan kebutuhan dengan norma sosial. Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan menyelesaikan konflik, dapat menjadikan stabilitas emosi terganggu, selanjutnya mendorong terjadinya perilaku menyimpang dan dapat menimbulkan frustasi pada diri individu.

Perkembangan Emosi Anak Tunalaras

Terganggunya perkembangan emosi merupakan penyebab dari kelainan tingkah laku anak tunalaras. Ciri yang menonjol pada mereka adalah kehidupan emosi yang tidak stabil , ketidakmampuan mengekspresikan emosinya secara tepat dan pengendalian diri yang kurang sehingga mereka seringkali menjadi sangat emosional.

Pentingnya peranan emosi ini nampak melalui akibat yang muncul apabila individu kurang mendapatkan kesempatan untuk memperolah pengalaman emosional yang menyenangkan, yang biasa disebut deprivasi emosi.

Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan tempat pendidikan yang kedua bagi anak setelah keluarga. Tanggungjawab sekolah tidak hanya sekadar membekali anak didik dengan sejumlah ilmu pengetahuan, akan tetapi sekolah juga bertanggungjawab membina kepribadian anak didik sehingga menjadi seorang dewasa yang bertanggungjawab baik terhadap dirinya maupun terhadap lingkungan masyarakat yang luas.

Timbulnya gangguan tingkah laku antara lain berasal dari guru dan fasilitas pendidikan.

Lingkungan Masyarakat

Menurut Bandura ( dalam Kirk & Gallagher,1986) salah satu hal yang nampak mempengaruhi pola perilaku anak dalam lingkungan sosial adalah keteladanan, yaitu meniru perilaku orang lain. Di samping pengaruh – pengaruh yang bersifat positif, di dalam lingkungan masyarakat juga terdapat banyak sumber yang merupakan pengaruh negatif yang dapat memicu munculnya perilaku menyimpang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS